BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Perkembangan ekonomi saat ini sangat pesat seiring dengan
pertumbuhan ekonomi di segala bidang terutama bidang perdagangan yang mulai
menawarkan produk investasi franchise,lisensi
dan lain-lain.Diantara sekian banyak produk investasi yang ditawarkan, franchise merupakan salah satu
alternatif investasi yang dipilih karena proses pengoprasiannya yang mudah, dan
sistem manajerial yang sudah jelas serta sesuai dengan standar operasi yang
telah dilaksanakan di perusahaan secara umum.Produk frinches yang ditawarkan antara lain dibidang kuliner,ritel dan
jasa.Dalam hal ini yang akan kita bahas adalah Kentucky Fried Chicken (KFC).
Keberhasilan Kentucky Fried Chicken (KFC) di Asia
telah mendramatisir kasus untuk menjadi perusahaan global.Saat pangsa pasar KFC
di Amerika Serikat menurun karena penurunan minat warga dalam mengurangi
konsumsi makanan goreng-gorengan,KFC telah menjadi pemimpin makanan cepat saji
di Cina,Korea Utara,Malaysia,Thailand dan Indonesia.
Dalam kasus ini yang akan kita bahas adalah Kentucky Fried Chicken (KFC) Citra Raya
Cikupa.Dengan tingkat pendapatan yang terus meningkat setiap tahunnya sejak
berdiri pada tahun 1996 restoran ini mampu mencuri perhatian masyarakat
Tangerang.Berikut ini data pendapatan KFC Citra Raya mulai
tahun 2004 – 2013 ;
TABEL I
TINGKAT PENDAPATAN
KFC CITRA RAYA
TAHUN 2003-2012
|
Tahun
|
Pendapatan
(dalam jutaan Rupiah
)
|
|
2004
|
241
|
|
2005
|
367
|
|
2006
|
540
|
|
2007
|
576
|
|
2008
|
642
|
|
2009
|
672
|
|
2010
|
714
|
|
2011
|
750
|
|
2012
|
824
|
|
2013
|
950
|
|
Total
|
6.276
|
|
Rata-rata
|
627,6
|
Sumber :
Kentucky Fried Chicken (KFC) Citra Raya
Dari data tersebut diatas dapat diketahui jelas bahwa
pendapatan perusahaan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.Data menyebutkan
bahwa pendapatan seluruhnya adalah Rp.6,276 milyar, rata-rata pendapatan yang
di peroleh perusahaan adalah sebesar Rp.627,6 juta per tahun.Oleh karena itu
penulis tertarik untuk membahas tentang perkembangan dan peningkatan pendapatan
Kentucky Fried Chicken (KFC) Citra
Raya,sebagai bahan penelitian yang menggunakan metode Standar Error.Dengan menggunakan objek berapa tahun sejak
berdirinya KFC Citra Raya yaitu tahun 1996 sebagai Populasi (N) dan data
penelitian yang di ambil sebagai sampel (n) yaitu dari tahun 2004-2013 adalah
10 tahun.Dengan tingkat kesalahan 5%.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang yang di kemukakan di atas,maka dapat di simpulkan rumusan
masalahnya adalah sebagai berikut ;
1.
Apa
sajakah yang mempengaruhi tingkat pendapatan KFC Citra Raya?
2.
Apa
sajakah kelebihan KFC sehingga menarik pengunjung lebih banyak setiap tahunnya?
1.3. Tujuan Penelitian
1.
Untuk
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan KFC Citra Raya
2.
Untuk
mengetahui kepuasan pelanggan terhadap Kentucky Fried Chicken (KFC)
1.4.Manfaat Penelitian
1.
Sebagai
bahan informasi dan perbandingan serta tambahan ragam penelitian mengenai
tingkat pendapatan.
2.
Penelitian
ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan pengalaman bagi penulis dan
pembaca.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Pendapatan
Pendapatan adalah sesuatu
yang sangat penting dalam setiap perusahaan.Tanpa adanya pendapatan mustahil
akan didapat penghasilan.Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dari
aktivitas perusahaan yang biasa dikenal atau biasa di sebut dengan penjualan, penghasilan
jasa (fees),bunga,royalti dan sewa.Pendapatan
merupakan salah satu unsur yang paling utama dari pembentukan laporan laba rugi
dalam suatu perusahaan. Banyak yang masih bingung dalam penggunaan istilah
pendapatan. Hal ini disebabkan pendapatan dapat diartikan sebagai revenue dan
dapat juga diartikan sebagai income.
Pengertian
pendapatan dikemukakan oleh Dyckman (2002 : 234) bahwa pendapatan adalah “arus
masuk atau peningkatan lainnya atas aktiva sebuah entitas atau penyelesaian
kewajiban (atau kombinasi dari keduanya) selama satu periode dari pengiriman
atau produksi barang, penyediaan jasa, atau aktivitas lain yang merupakan
operasi utama atau sentral entitas yang sedang berlangsung”.
Pengertian
pendapatan didefinisikan oleh Sofyan Syafri (2002 : 58) sebagai “kenaikan gross
di dalam asset dan penurunan gross dalam kewajiban yang dinilai berdasarkan
prinsip akuntansi yang berasal dari kegiatan mencari laba”.Definisi pendapatan
menurut Niswonger (1999 : 45), memberikan penekanan pada konsep pengaruh
terhadap ekuitas pemilik, yaitu “pendapatan (revenue) adalah peningkatan
ekuitas pemilik yang diakibatkan oleh proses penjualan barang dan jasa kepada
pembeli ”.
2.2.Faktor-faktor yang mempengaruhi
pendapatan
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan
pendapatan dalam sebuah perusahaan,faktor- faktor tersebut dapat digolongkan
sebagai berikut :
1. Faktor
Internal perusahaan
Faktor
Internal perusahaan merupakan sumber daya perusahaan yang akan menentukan
kekuatan dan kelemahan perusahaan.Sumber daya ini meliputi :
a.
Sumber daya manusia (SDM) seperti
pengalaman (experiences),kemampuan
(capabilities), pengetahuan (knowledge), keahlian (skill),
dan pertimbangan (judgment) dari seluruh pegawai perusahaan.
b. Sumber
daya perusahaan (organizational resources) seperti proses dan sistem
perusahaan(termasuk strategi perusahaan, struktur, budaya, manajemen pembelian
material, produksi/operasi, keuangan, riset dan pengembangan, pemasaran, sistem
informasi, dan sistem pengendalian).
c. Sumber
daya phisik seperti pabrik dan peralatan, lokasi geografis, akses terhadap
material, jaringan distribusi dan teknologi.
Jika perusahaan dapat
mengoptimalkan penggunaan sumberdaya tersebut maka, ketiga sumber daya diatas
memberikan perusahaan sustained competitive advantage.
2.
Faktor Eksternal Perusahaan
Faktor eksternal adalah faktor yang berada diluar organisasi dan perlu
dianalisis untuk menentukan kesempatan (opportunities) dan ancaman (threath)
yang akan dihadapi perusahaan.
2.3. Definisi Kepuasan Pelanggan
Menurut Irawan (2008: 3),Kepuasan pelanggan adalah
hasil akumulasi dari konsumen atau pelanggan dalam menggunakan produk dan jasa.
pelanggan puas kalau setelah membeli produk dan menggunakan produk
tersebut,ternyata kualitas produknya baik. Oleh karena itu, setiap transaksi
atau pengalamam baru, akan memberikan pengaruh terhadap kepuasan pelanggan.
Pelanggan yang puas adalah pelanggan yang akan berbagi kepuasan dengan produsen
atau penyedia jasa. Bahkan, pelanggan yang puas akan berbagi rasa dan pengalaman
dengan pelanggan lain. Ini akan menjadi referensi bagi perusahaan yang
bersangkutan. Oleh karena itu, baik pelanggan maupun produsen akan sama-sama
diuntungkan apabila kepuasan terjadi.Kepuasan akan terjadi kalau perusahaan
mampu menyediakan produk, pelayanan, harga dan aspek lain sesuai dengan harapan
atau melebihi harapan pelanggan. Pelanggan merasa puas apabila harapannya
terpenuhi atau akan sangat puas jika harapan pelanggan terlampaui.
Rangkuti, 2003:30 mengemukakan Kepuasan pelanggan
dapat didefinisikan sebagai respon pelanggan terhadap ketidaksesuaian antara
tingkat kepentingan sebelumnya dan kinerja actual yang di rasakannya setelah
pemakaian.
Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa
seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesannya
terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapan-harapannya. Kepuasan
merupakan fungsi dari persepsi atau kesan atas kinerja dan harapan. Jika
kinerja berada dibawah harapan maka pelanggan tidak puas tetapi jika kinerja
memenuhi harapan maka pelanggan merasa puas. Jika kinerja melebihi harapan,
pelanggan amat puas atau senang.Banyak perusahaan memfokuskan kepada kepuasan
tinggi karena para pelanggan yang kepuasannya tinggi menciptakan kelekatan
emosional terhadap merek tertentu, bukan hanya kelekatan atau preferensi
rasional. Hasilnya adalah kesetiaan pelanggan yang tinggi (Kotler, 2002 : 42).
2.4.Kualitas Produk
Pelanggan akan puas jika setelah membeli dan
menggunakan produk tersebut, ternyata kualitas produknya baik. Kualitas produk
adalah driver kepuasan pelanggan yang multi dimensi. Kualitas produk ini adalah
dimensi yang global dan paling tidak ada enam elemen dari kualitas produk,
yaitu performance, durability, feature,
reliability, consistency, dan design (Irawan, 2008: 37).
1. Dimensi
pertama adalah performance. Ini adalah dimensi yang paling basic dan berhubungan dengan fungsi
utama dari suatu produk (Irawan, 2008: 46).
2. Dimensi
yang kedua adalah reliability. Reliability adalah probabilitas
bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu
tertentu.
Dimensi performance dan reliability
sepintas terlihat mirip tetapi memiliki perbedaan yang jelas. Reliability
lebih menunjukkan probabilitas produk gagal menjalankan fungsinya (Irawan,
2008: 46).
3. Dimensi
kualitas ketiga adalah feature atau fitur. Fitur adalah karakteristik
produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan
konsumen terhadap produk Dimensi ini dapat dikatakan sebagai aspek sekunder
(Irawan, 2008: 46)
4. Dimensi
yang keempat adalah durability.Durability menunjukkan suatu pengukuran
terhadap siklus produk, baik secara teknis maupun waktu (Irawan, 2008: 49)..
Semakin besar frekuensi pemakaian normal yang dimungkinkan,semakin besar pula
daya tahan produk.
5. Dimensi
yang kelima adalah conformance. Dimensi ini menunjukkan seberapa jauh
suatu pruduk dapat menyamai standar atau spesifikasi tertentu. Produk yang mempunyai
conformance tinggi berarti produknya sesuai dengan standar yang telah
ditentukan. Salah satu aspek dari conformance adalah konsistensi
(Irawan, 2008: 50).
6. Dimensi
yang keenam adalah dimensi desain. Dimensi desain adalah dimensi yang
unik. Dimensi ini banyak menawarkan aspek emosional dalam mempengaruhi kepuasan
pelanggan.
2.5. Harga
Harga adalah pencerminan dari nilai (Irawan dan
faried, 1997 :110). Sedangkan menurut Bilson (2001: 31) harga adalah sejumlah
nilai yang dipertukarkan untuk memperoleh suatu produk Bagi pelanggan yang
sensitif biasanya harga murah adalah sumber kepuasan yang penting karena mereka
akan mendapatkan value for money yang tinggi (Irawan, 2008: 38). Harga
yang rendah menimbulkan persepsi produk tidak berkualitas, sebaliknya harga
yang tinggi menimbulkan persepsi produk tersebut berkualitas (Rangkuti, 2003 :
34). Harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa produk kalau mungkin) yang
dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya
(Swasta, 2007: 147).
Harga juga merupakan satu-satunya unsur marketing
mix yang menghasilkan penerimaan penjualan, sedangkan unsur lainnya hanya
unsur biaya saja. Walaupun penetapan harga merupakan persoalan penting, masih
banyak perusahaan yang kurang sempurna dalam menangani permasalahan penetapan
harga tersebut.Karena menghasilkan penerimaan penjualan, maka harga
mempengaruhi tingkat penjualan, tingkat keuntungan, serta share pasar yang
dapat dicapai oleh perusahaan. Penetapan harga selalu menjadi masalah bagi
setiap perusahaan karena penetapan harga ini bukanlah kekuasaan atau kewenangan
yang mutlak dari seorang pengusaha. Seperti telah diutarakan di atas, dengan
penetapan harga perusahaan dapat menciptakan hasil penerimaan penjualan dari
produk yang dihasilkan dan dipasarkannya. Peranan penetapan harga akan menjadi
sangat penting terutama pada keadaan persaingan yang semakin tajam dan
perkembangan permintaan yang terbatas. Dalam keadaan persaingan yang semakin
tajam dewasa ini, yang terutama sangat terasa dalam pasar pembeli (buyers
market), peranan harga sangat penting terutama untuk menjaga dan meningkatkan
posisi perusahaan di pasar, yang tercermin dalam share pasar perusahaan, di
samping untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan perusahaan. Dengan kata
lain, penetapan harga mempengaruhi kemampuan bersaing perusahaan dan kemampuan
perusahaan mempengaruhi konsumen.
Dalam
penetapan harga perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya, baik
langsung maupun tidak langsung. Faktor yang mempengaruhi secara langsung,
adalah harga bahan baku, biaya produksi, biaya pemasaran, adanya peraturan
pemerintah, dan faktor lainnya. Faktor yang tidak langsung, namun erat
hubungannya dalam penetapan harga, adalah harga produk sejenis yang dijual oleh
para pesaing, pengaruh harga terhadap hubungan antara produk subsitusi dan
produk komplementer, serta potongan (discount) untuk para penyalur dan
konsumen.
Penentuan harga menjadi sangat penting untuk
diperhatikan, mengingat harga merupakan salah satu penyebab laku tidaknya
produk dan jasa yang ditawarkan. Salah dalam menentukan harga akan berakibat
fatal. Akan tetapi, keputusan mengenai harga tidak mudah untuk dilakukan. Di
satu sisi, harga yang terlalu mahal dapat meningkatkan laba jangka pendek,
tetapi di sisi lain akan sulit dijangkau oleh konsumen. Dalam kasus tertentu,
harga yang mahal sekali dapat diprotes lembaga konsumen dan bahkan mengundang
campur tangan pemerintah untuk menurunkannya. Selain itu, marjin laba yang
besar cenderung menarik para pesaing untuk masuk ke industri yang sama.
Sebaliknya, bila harga terlampau murah, pangsa pasar dapat melonjak. Akan tetapi,
marjin kontribusi dan laba bersih yang diperoleh akan berkurang. Secara
sederhana, istilah harga dapat diartikan sebagai jumlah uang (satuan moneter)
dan atau aspek lain (non moneter) yang mengandung utilitas/kegunaan tertentu
yang diperlukan untuk mendapatkan suatu produk.
BAB III
METEDOLOGI
3.1. Deskripsi Lokasi Penelitian
3.1.1. Sejarah Kentucky Fried Chicken (KFC)
KFC
adalah salah satu gerai makanan fastfood
modern yang banyak terdapat di berbagai dunia.KFC atau Kentucky Fried Chicken menjual makanan yang berbahan baku
ayam.Konsep yang ditawarkan ayam digoreng dengan balutan tepung berbumbu yang
menciptakan kerenyahan dan juga daging ayam yang lunak hingga tulangnya.
KFC
merupakan gerai waralaba fastfood yang
didirikan oleh seorang Harland D.Sanders.Perjuangan Sanders cukup panjang
sebelum menikmati kesuksesan berbisnis ayam goreng dengan resep temuannya
tersebut.Dirinya pernah berjualan ayam goreng,restoran dan motel yang semuanya
berakhir dengan dengan kebangkrutan.Baru pada tahun 1956,Sanders mulai
memikirkan sebuah konsep penjualan ayam baru dengan resep rahasianya.
Dirinya
meyakinkan para pengusaha restoran untuk menjual ayam goreng resep
Sanders.Setiap potong yang berhasil di jual,maka restoran tersebut akan
memperoleh royalti sebesar 4 sen.strategi ini cukup berhasil,namun belum cukup
memuaskan Sanders.Dibuatla konsep baru yang menawarkan sistem waralaba kepada
para pengusaha rumah makan tersebut.Dan hanya butuh 4 tahun bagi Sanders untuk
mengenalkan produknya di hampir 400 rumah makan.
Dan
sejak saat itulah,nama KFC dipilih Sanders untuk memberi label pada produk fastfood nya tersebut.Dengan nama
tersebut,gerai waralaba ini masuk ke berbagai negara di dunia,termasuk
Indonesia.Dan tidak perlu waktu lama bagi KFC untuk memperkenalkan namanya
sebagai salah satu restoran yang menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.
3.1.2. Sejarah dan Perkembangan KFC di Indonesia dan Citra Raya Cikupa
Merk dagang ayam goreng Kentucky
sebagai restoran cepat saji dengan jaringan internasional pertama kali masuk ke
Indonesia pada tahun 1987,tepatnya di tanggal 10 Juni 1987(Harian Global,25
Juli 2008).Dalam kurun waktu 21 tahun,bisnis waralaba ini menjadi salah satu
merk dagang ayam goreng yang memasyarakat
di Indonesia.
Diakui perkembangan bisnis waralaba
ini memiliki begitu banyak pesaing dengan berbagai merk dagang melalui produk
ayam goreng,sebut saja McDonald untuk
ukuran pesaing dengan jaringan se Indonesia,bahkan di perketat dengan
pertumbuhan masyarakat yang mandiri mengadopsi sistem dan produk yang
ditawarkan,yakni ayam goreng.Akan tetapi KFC sebgai restoran siap saji pertama
dengan jaringan internasional pertama di Indonesia selalu memiliki tempat di
hati masyarakat.Berbagai fasilitas tersedia bagi pengunjung penikmat hidangan
cepat saji,menambah kelebihannya.
Tangerang menjadi salah satu kota pengembangan usaha
waralaba ini,dengan aktifitas masyarakat yang hampir tidak pernah sepi.Sehingga
tingkat kesibukan yang begitu tinggi,waktu yang ada untuk makan siang sangat
singkat.Melihat situasi ini,pada tahun 1996 KFC membuka gerai di wilayah Citra
Raya Cikupa Tangerang.Karena perkembangan kota ini sangat cepat. Sejak 17 tahun
kehadirannya,berbagai produk KFC mewarnai selera makan masyarakat Cikupa dan
sekitarnya.Melalui menu-menu andalan ayam goreng dari KFC.
3.1.3.
Faktor pendukung peningkatan pendapatan
KFC Citra Raya
Faktor pendukung dalam upaya
meningkatkan pendapatan KFC Citra Raya tidak dapat terlepas dari :
v Team Work,yakni
mengikat karyawan dengan produktivitas kerja yang tinggi melalui kesadaran
kolektif tentang tujuan bersama yang hendak di capai.
v Sumber
Daya Manusia (SDM),yakni penyiapan sumber daya manusia yang mau dan mampu
menyumbangkan kemampuan secara maksimal dalam mencapai tujuan bersama.
v Kualitas
Produk,yakni standar minimal dan standar maksimal yang ditetapkan dalam
perusahaan untuk dapat dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh karyawan
perusahaan.
v Letak
yang strategis,yakni tepat berada di pusat kota dengan tata kota yang sejuk dan
danau berada di pelataran belakang KFC,sehingga banyak menarik minat pengunjung
untuk menikmati berbagai menu andalan dari KFC.
3.1.4. Faktor Penghambat peningkatan pendapatan KFC Citra Raya
Banyaknya Competitor
produk sejenis seperti McDonald menjadi
penghambat perusahaan dalam mencapai pendapatan yang diharapkan.Produk yang
hampir sama mau tak mau membuat perusahaan harus berfikir keras,menuntut pihak
perusahaan lebih kreatif dan variatif dalam menngembangkan kemampuan demi
tercapainya tujuan perusahaan dengan hasil pendapatan yang memuaskan.
3.1.5. Kelebihan KFC
Salah satu penyebab KFC cepat
berkembang di Indonesia adalah karena rumah makan ini memiliki beberapa
kelebihan.Itulah mengapa pertumbuhan KFC di Indonesia sangat pesat,bahkan sudah
masuk ke beberapa kota kecil di Indonesia.
Beberapa kelebihan KFC dibanding
retaurant lainnya adalah sebagai berikut :
1. Citra
ras makanan ayam gorengnya snagagt khas dan sesuai dengan selera masyarakat
Indonesia.
2. Adanya
kontrol ketat dalam pelayanan khususnya dlam masalah kebersihan.Sehingga hal
ini menjadikan semua masakan yang ada di KFC terjamin tingkat kehigienisannya.
3. Harga
yang terjangkau bagi seluruh kalangan masyarakat Indonesia.
4. Adanya
pilihan menu nasi sebagai bagian sajian
masakan ayam goreng.Ini yang menyebabkan
KFC mudah diterima,karena nasi adalah makanan pokok masyarakat Indonesia.
5. Beberapa
gerai KFC memberikan pelayanan selama 24 jam,sehingga masyarakat bisa menikmati
menu KFC kapan saja mereka menginginkannya.
6. Adanya
standar dalam pembuatan gerai yang bisa memberikan kenyamanan bagi para
pengunjung.
3.2. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini penulis
menggunakan metode Standar Error.Berdasarkan populasi dan sampel yang diperoleh
saat penelitian.Populasi (N) adalah tahun berdirinya KFC Citra Raya hingga saat
penelitian,yakni tahun 1996.Jadi,N= 2013-1996 = 17 tahun.Dan sampel (n) diambil
dari waktu penelitian,yakni dari tahun 2004-2013.Jadi,n=10 tahun. Penelitian
Berdasarkan teknik pengumpulan data populasi dan sampel.Data diperoleh dari Kentucky Fried Chicken (KFC) Citra Raya
yang terletak di Jl.Citra Raya Boulevard-Blok A 07 No.1,Tangerang.Phone : (021)
5963320/195/298.
3.3. Rumus-rumus
Berdasarkan data yang di peroleh dan
dengan menggunakan metode Standar Error,maka di peroleh rumus sebagai berikut :
1. Populasi
Terbatas
S
=
Syarat
=
< 0,05 ( 5% )
2. Populasi
Tidak Terbatas
S
=
Syarat
=
>
0,05 ( 5% )
3. Proporsi
S =
Dengan keterangan : N
= Populasi
n = Jumlah Sampel
P = Proporsi
σ = Standar Deviasi
4. Interval
Keyakinan
Ux
– Zhitung × Sx < X< Ux + Zhitung × Sx
5. Standar
Deviasi
S
= 

BAB
IV
PERHITUNGAN
4.1. Metode Standar Error
Ø Menentukan
Standar Deviasi S (σ)
Untuk menentukan
nilai Standar deviasi diambil dari data yang di peroleh,yaitu :
TABEL II
PENDAPATAN KFC CITRA RAYA
TAHUN 2004-2013
|
Tahun
|
Pendapatan (y)
(dalam jutaan rupiah )
|
y²
|
|
2004
|
241
|
58.081
|
|
2005
|
367
|
134.689
|
|
2006
|
540
|
291.600
|
|
2007
|
576
|
331.776
|
|
2008
|
642
|
412.164
|
|
2009
|
672
|
451.584
|
|
2010
|
714
|
509.796
|
|
2011
|
750
|
562.500
|
|
2012
|
824
|
678.976
|
|
2013
|
950
|
902.500
|
|
Total ( ∑ )
|
6.276
|
4.333.666
|
Dari
data tersebut dapat di ketahui bahwa :
N = 17
n = 10
∑y=6.276
∑y²=4.333.666
Tingkat Kesalahan = 5%
Untuk menghitung
Standar Deviasi dapat menggunakan rumus :
S = 

Perhitungan :
S = 

=
= 

= 

= 
= 209,456
Jadi,Standar
Deviasi = 209,456
atau
σ =209,456
Ø Menghitung
Standar Error (Sx)
Berdasarkan
data yang di peroleh dengan N=17 dan n=10,maka ;
Dengan ketentuan :
>
0,05 (5%)
Artinya
: 0,58 > 0,05
Perhitungan
bisa dilakukan dengan metode standar error yang ke 2 yaitu populasi tidak
terbatas,dengan rumus :
Sx =
= 
= 
= 66,241
Jadi,Standar Error ( Sx) = 66,241
Ø
Menghitung Z % Probabilitas
Untuk
mencari derajat kebenaran bisa dengan cara sebagai berikut :
Derajat
kebenaran = 100% - tngkat kesalahan
= 100% - 5%
= 95%
Jadi ;derajat kebenaran adalah
95%,maka;
Z
% Probablitas =
=
=
0,475
Z
tabel = 0,475
Z
hitung = 1,96
Ø
Menghitung Interval Keyakinan dengan
tingkat kepercayaan 95%
Untuk
menentukan Interval keyakinan bisa dengan cara ;
Ux
– Zhitung · Sx < x < Ux + Zhitung · Sx
10 – 1,96(66,241) < x < 10 + 1,96
(66,241)
10 - 129,832
< x < 10 + 129,832
-119,832 < x < 139,832
Jadi,Interval Keyakinan
= -119,832 < x< 139,832
BAB
V
PENUTUP
5.1.Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang
telah di uraikan,maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Tingkat
pendapatan perusahaan KFC Citra Raya dari tahun 2004-2013 meningkat.Total
pendapatan adalah sebesar Rp.6,276 Milyar.Ini merupakan hasil yang cukup
tinggi.Dengan rata-rata per tahunnya adalah sebesar Rp.672,6 juta.
2. Dari
hasil perhitungan berdasarkan data yang dieroleh diketahui Populasi(N) = 17 dan
sampel (n)=10,maka standar deviasinya di peroleh sebesar σ =209,456 dan Standar
errror nya di peroleh angka Sx=66,241.
3.
Dengan menggunakan tingkat kepercayaan 95%, maka
di peroleh interval keyakinan adalah Interval keyakinan = -119,832
< x < 139,832.
5.2.
Saran
Pekembangan bisnis rumah makan ini
sangat menjanjikan.Dapat dilihat dari hasil yang sudah di bahas,pendapatan dari
tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan.Saran untuk perusahaan yang mungkin
berguna bagi perusahaan adalah lebih meningkatkan ide kreatif dan inovasi baru
serta fasilitas dan pelayanan yang lebih baik,karena beberapa point tersebut
adalah bagian penting dalam memenangkan pasar.Mengingat competitor yang semakin
banyak dengan menjual produk sejenis.Sehingga perusahaan harus lebih
meningkatkan lagi sistem manajerial agar tetap mendapat tempat di hati
masyarakat.
Demikian guys sementara yang bisa saya share ,semoga bermanfaat ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar