Jumat, 24 April 2015

pengaruh harga dan promosi terhadap pendapatan KFC

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perkembangan ekonomi saat ini sangat pesat seiring dengan pertumbuhan ekonomi di segala bidang terutama bidang perdagangan yang mulai menawarkan produk investasi franchise,lisensi dan lain-lain.Diantara sekian banyak produk investasi yang ditawarkan, franchise merupakan salah satu alternatif investasi yang dipilih karena proses pengoprasiannya yang mudah, dan sistem manajerial yang sudah jelas serta sesuai dengan standar operasi yang telah dilaksanakan di perusahaan secara umum.Produk frinches yang ditawarkan antara lain dibidang kuliner,ritel dan jasa.Dalam hal ini yang akan kita bahas adalah Kentucky Fried Chicken (KFC).
Keberhasilan Kentucky Fried Chicken (KFC) di Asia telah mendramatisir kasus untuk menjadi perusahaan global.Saat pangsa pasar KFC di Amerika Serikat menurun karena penurunan minat warga dalam mengurangi konsumsi makanan goreng-gorengan,KFC telah menjadi pemimpin makanan cepat saji di Cina,Korea Utara,Malaysia,Thailand dan Indonesia.
Dalam kasus ini yang akan kita bahas adalah Kentucky Fried Chicken (KFC) Citra Raya Cikupa.Dengan tingkat pendapatan yang terus meningkat setiap tahunnya sejak berdiri pada tahun 1996 restoran ini mampu mencuri perhatian masyarakat Tangerang.Berikut ini data pendapatan KFC Citra Raya mulai tahun 2004 – 2013 ;
TABEL I
TINGKAT PENDAPATAN
KFC CITRA RAYA
TAHUN  2003-2012

Tahun
Pendapatan
(dalam jutaan Rupiah )
2004
241
2005
367
2006
540
2007
576
2008
642
2009
672
2010
714
2011
750
2012
824
2013
950
Total
6.276
Rata-rata
627,6

                                 Sumber : Kentucky Fried Chicken (KFC) Citra Raya                    
Dari data tersebut diatas dapat diketahui jelas bahwa pendapatan perusahaan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.Data menyebutkan bahwa pendapatan seluruhnya adalah Rp.6,276 milyar, rata-rata pendapatan yang di peroleh perusahaan adalah sebesar Rp.627,6 juta per tahun.Oleh karena itu penulis tertarik untuk membahas tentang perkembangan dan peningkatan pendapatan Kentucky Fried Chicken (KFC) Citra Raya,sebagai bahan penelitian yang menggunakan metode Standar Error.Dengan menggunakan objek berapa tahun sejak berdirinya KFC Citra Raya yaitu tahun 1996 sebagai Populasi (N) dan data penelitian yang di ambil sebagai sampel (n) yaitu dari tahun 2004-2013 adalah 10 tahun.Dengan tingkat kesalahan 5%.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang di kemukakan di atas,maka dapat di simpulkan rumusan masalahnya adalah sebagai berikut ;
1.      Apa sajakah yang mempengaruhi tingkat pendapatan KFC Citra Raya?
2.      Apa sajakah kelebihan KFC sehingga menarik pengunjung lebih banyak setiap tahunnya?

1.3. Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan KFC Citra Raya
2.      Untuk mengetahui  kepuasan pelanggan terhadap Kentucky Fried Chicken (KFC)
1.4.Manfaat Penelitian
1.      Sebagai bahan informasi dan perbandingan serta tambahan ragam penelitian mengenai tingkat pendapatan.
2.      Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan pengalaman bagi penulis dan pembaca.

















BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Pendapatan
Pendapatan adalah sesuatu yang sangat penting dalam setiap perusahaan.Tanpa adanya pendapatan mustahil akan didapat penghasilan.Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dari aktivitas perusahaan yang biasa dikenal atau biasa di sebut dengan penjualan, penghasilan jasa (fees),bunga,royalti dan sewa.Pendapatan merupakan salah satu unsur yang paling utama dari pembentukan laporan laba rugi dalam suatu perusahaan. Banyak yang masih bingung dalam penggunaan istilah pendapatan. Hal ini disebabkan pendapatan dapat diartikan sebagai revenue dan dapat juga diartikan sebagai income.

       Pengertian pendapatan dikemukakan oleh Dyckman (2002 : 234) bahwa pendapatan adalah “arus masuk atau peningkatan lainnya atas aktiva sebuah entitas atau penyelesaian kewajiban (atau kombinasi dari keduanya) selama satu periode dari pengiriman atau produksi barang, penyediaan jasa, atau aktivitas lain yang merupakan operasi utama atau sentral entitas yang sedang berlangsung”.

Pengertian pendapatan didefinisikan oleh Sofyan Syafri (2002 : 58) sebagai “kenaikan gross di dalam asset dan penurunan gross dalam kewajiban yang dinilai berdasarkan prinsip akuntansi yang berasal dari kegiatan mencari laba”.Definisi pendapatan menurut Niswonger (1999 : 45), memberikan penekanan pada konsep pengaruh terhadap ekuitas pemilik, yaitu “pendapatan (revenue) adalah peningkatan ekuitas pemilik yang diakibatkan oleh proses penjualan barang dan jasa kepada pembeli ”.

2.2.Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan pendapatan dalam sebuah perusahaan,faktor- faktor tersebut dapat digolongkan sebagai berikut :
1.      Faktor Internal perusahaan
Faktor Internal perusahaan merupakan sumber daya perusahaan yang akan menentukan kekuatan dan kelemahan perusahaan.Sumber daya ini meliputi :
a.       Sumber daya manusia (SDM) seperti pengalaman (experiences),kemampuan (capabilities), pengetahuan (knowledge), keahlian (skill), dan pertimbangan (judgment) dari seluruh pegawai perusahaan.
b.      Sumber daya perusahaan (organizational resources) seperti proses dan sistem perusahaan(termasuk strategi perusahaan, struktur, budaya, manajemen pembelian material, produksi/operasi, keuangan, riset dan pengembangan, pemasaran, sistem informasi, dan  sistem pengendalian).
c.       Sumber daya phisik seperti pabrik dan peralatan, lokasi geografis, akses terhadap material, jaringan distribusi dan teknologi.
Jika perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan sumberdaya tersebut maka, ketiga sumber daya diatas memberikan perusahaan sustained competitive advantage.
2.      Faktor Eksternal Perusahaan
Faktor  eksternal adalah faktor  yang berada diluar organisasi dan perlu dianalisis untuk menentukan kesempatan (opportunities) dan ancaman (threath) yang akan dihadapi perusahaan.

2.3. Definisi Kepuasan Pelanggan
Menurut Irawan (2008: 3),Kepuasan pelanggan adalah hasil akumulasi dari konsumen atau pelanggan dalam menggunakan produk dan jasa. pelanggan puas kalau setelah membeli produk dan menggunakan produk tersebut,ternyata kualitas produknya baik. Oleh karena itu, setiap transaksi atau pengalamam baru, akan memberikan pengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Pelanggan yang puas adalah pelanggan yang akan berbagi kepuasan dengan produsen atau penyedia jasa. Bahkan, pelanggan yang puas akan berbagi rasa dan pengalaman dengan pelanggan lain. Ini akan menjadi referensi bagi perusahaan yang bersangkutan. Oleh karena itu, baik pelanggan maupun produsen akan sama-sama diuntungkan apabila kepuasan terjadi.Kepuasan akan terjadi kalau perusahaan mampu menyediakan produk, pelayanan, harga dan aspek lain sesuai dengan harapan atau melebihi harapan pelanggan. Pelanggan merasa puas apabila harapannya terpenuhi atau akan sangat puas jika harapan pelanggan terlampaui.
Rangkuti, 2003:30 mengemukakan Kepuasan pelanggan dapat didefinisikan sebagai respon pelanggan terhadap ketidaksesuaian antara tingkat kepentingan sebelumnya dan kinerja actual yang di rasakannya setelah pemakaian.
Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapan-harapannya. Kepuasan merupakan fungsi dari persepsi atau kesan atas kinerja dan harapan. Jika kinerja berada dibawah harapan maka pelanggan tidak puas tetapi jika kinerja memenuhi harapan maka pelanggan merasa puas. Jika kinerja melebihi harapan, pelanggan amat puas atau senang.Banyak perusahaan memfokuskan kepada kepuasan tinggi karena para pelanggan yang kepuasannya tinggi menciptakan kelekatan emosional terhadap merek tertentu, bukan hanya kelekatan atau preferensi rasional. Hasilnya adalah kesetiaan pelanggan yang tinggi (Kotler, 2002 : 42).

2.4.Kualitas Produk
Pelanggan akan puas jika setelah membeli dan menggunakan produk tersebut, ternyata kualitas produknya baik. Kualitas produk adalah driver kepuasan pelanggan yang multi dimensi. Kualitas produk ini adalah dimensi yang global dan paling tidak ada enam elemen dari kualitas produk, yaitu performance, durability, feature, reliability, consistency, dan design (Irawan, 2008: 37).
1.      Dimensi pertama adalah performance. Ini adalah dimensi yang paling basic dan berhubungan dengan fungsi utama dari suatu produk (Irawan, 2008: 46).
2.      Dimensi yang kedua adalah reliability. Reliability adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu.
Dimensi performance dan reliability sepintas terlihat mirip tetapi memiliki perbedaan yang jelas. Reliability lebih menunjukkan probabilitas produk gagal menjalankan fungsinya (Irawan, 2008: 46).
3.      Dimensi kualitas ketiga adalah feature atau fitur. Fitur adalah karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk Dimensi ini dapat dikatakan sebagai aspek sekunder (Irawan, 2008: 46)
4.      Dimensi yang keempat adalah durability.Durability menunjukkan suatu pengukuran terhadap siklus produk, baik secara teknis maupun waktu (Irawan, 2008: 49).. Semakin besar frekuensi pemakaian normal yang dimungkinkan,semakin besar pula daya tahan produk.
5.      Dimensi yang kelima adalah conformance. Dimensi ini menunjukkan seberapa jauh suatu pruduk dapat menyamai standar atau spesifikasi tertentu. Produk yang mempunyai conformance tinggi berarti produknya sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Salah satu aspek dari conformance adalah konsistensi (Irawan, 2008: 50).
6.      Dimensi yang keenam adalah dimensi desain. Dimensi desain adalah dimensi yang unik. Dimensi ini banyak menawarkan aspek emosional dalam mempengaruhi kepuasan pelanggan.

2.5. Harga
Harga adalah pencerminan dari nilai (Irawan dan faried, 1997 :110). Sedangkan menurut Bilson (2001: 31) harga adalah sejumlah nilai yang dipertukarkan untuk memperoleh suatu produk Bagi pelanggan yang sensitif biasanya harga murah adalah sumber kepuasan yang penting karena mereka akan mendapatkan value for money yang tinggi (Irawan, 2008: 38). Harga yang rendah menimbulkan persepsi produk tidak berkualitas, sebaliknya harga yang tinggi menimbulkan persepsi produk tersebut berkualitas (Rangkuti, 2003 : 34). Harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa produk kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya (Swasta, 2007: 147).
Harga juga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang menghasilkan penerimaan penjualan, sedangkan unsur lainnya hanya unsur biaya saja. Walaupun penetapan harga merupakan persoalan penting, masih banyak perusahaan yang kurang sempurna dalam menangani permasalahan penetapan harga tersebut.Karena menghasilkan penerimaan penjualan, maka harga mempengaruhi tingkat penjualan, tingkat keuntungan, serta share pasar yang dapat dicapai oleh perusahaan. Penetapan harga selalu menjadi masalah bagi setiap perusahaan karena penetapan harga ini bukanlah kekuasaan atau kewenangan yang mutlak dari seorang pengusaha. Seperti telah diutarakan di atas, dengan penetapan harga perusahaan dapat menciptakan hasil penerimaan penjualan dari produk yang dihasilkan dan dipasarkannya. Peranan penetapan harga akan menjadi sangat penting terutama pada keadaan persaingan yang semakin tajam dan perkembangan permintaan yang terbatas. Dalam keadaan persaingan yang semakin tajam dewasa ini, yang terutama sangat terasa dalam pasar pembeli (buyers market), peranan harga sangat penting terutama untuk menjaga dan meningkatkan posisi perusahaan di pasar, yang tercermin dalam share pasar perusahaan, di samping untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan perusahaan. Dengan kata lain, penetapan harga mempengaruhi kemampuan bersaing perusahaan dan kemampuan perusahaan mempengaruhi konsumen.
 Dalam penetapan harga perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya, baik langsung maupun tidak langsung. Faktor yang mempengaruhi secara langsung, adalah harga bahan baku, biaya produksi, biaya pemasaran, adanya peraturan pemerintah, dan faktor lainnya. Faktor yang tidak langsung, namun erat hubungannya dalam penetapan harga, adalah harga produk sejenis yang dijual oleh para pesaing, pengaruh harga terhadap hubungan antara produk subsitusi dan produk komplementer, serta potongan (discount) untuk para penyalur dan konsumen.
Penentuan harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan, mengingat harga merupakan salah satu penyebab laku tidaknya produk dan jasa yang ditawarkan. Salah dalam menentukan harga akan berakibat fatal. Akan tetapi, keputusan mengenai harga tidak mudah untuk dilakukan. Di satu sisi, harga yang terlalu mahal dapat meningkatkan laba jangka pendek, tetapi di sisi lain akan sulit dijangkau oleh konsumen. Dalam kasus tertentu, harga yang mahal sekali dapat diprotes lembaga konsumen dan bahkan mengundang campur tangan pemerintah untuk menurunkannya. Selain itu, marjin laba yang besar cenderung menarik para pesaing untuk masuk ke industri yang sama. Sebaliknya, bila harga terlampau murah, pangsa pasar dapat melonjak. Akan tetapi, marjin kontribusi dan laba bersih yang diperoleh akan berkurang. Secara sederhana, istilah harga dapat diartikan sebagai jumlah uang (satuan moneter) dan atau aspek lain (non moneter) yang mengandung utilitas/kegunaan tertentu yang diperlukan untuk mendapatkan suatu produk.

                      
BAB III

METEDOLOGI

3.1. Deskripsi Lokasi Penelitian
  3.1.1. Sejarah Kentucky Fried Chicken (KFC)  
KFC adalah salah satu gerai makanan fastfood modern yang banyak terdapat di berbagai dunia.KFC atau Kentucky Fried Chicken menjual makanan yang berbahan baku ayam.Konsep yang ditawarkan ayam digoreng dengan balutan tepung berbumbu yang menciptakan kerenyahan dan juga daging ayam yang lunak hingga tulangnya.
KFC merupakan gerai waralaba fastfood yang didirikan oleh seorang Harland D.Sanders.Perjuangan Sanders cukup panjang sebelum menikmati kesuksesan berbisnis ayam goreng dengan resep temuannya tersebut.Dirinya pernah berjualan ayam goreng,restoran dan motel yang semuanya berakhir dengan dengan kebangkrutan.Baru pada tahun 1956,Sanders mulai memikirkan sebuah konsep penjualan ayam baru dengan resep rahasianya.
Dirinya meyakinkan para pengusaha restoran untuk menjual ayam goreng resep Sanders.Setiap potong yang berhasil di jual,maka restoran tersebut akan memperoleh royalti sebesar 4 sen.strategi ini cukup berhasil,namun belum cukup memuaskan Sanders.Dibuatla konsep baru yang menawarkan sistem waralaba kepada para pengusaha rumah makan tersebut.Dan hanya butuh 4 tahun bagi Sanders untuk mengenalkan produknya di hampir 400 rumah makan.
Dan sejak saat itulah,nama KFC dipilih Sanders untuk memberi label pada produk fastfood nya tersebut.Dengan nama tersebut,gerai waralaba ini masuk ke berbagai negara di dunia,termasuk Indonesia.Dan tidak perlu waktu lama bagi KFC untuk memperkenalkan namanya sebagai salah satu restoran yang menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.
           
  3.1.2. Sejarah dan Perkembangan KFC di Indonesia dan Citra Raya Cikupa
            Merk dagang ayam goreng Kentucky sebagai restoran cepat saji dengan jaringan internasional pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1987,tepatnya di tanggal 10 Juni 1987(Harian Global,25 Juli 2008).Dalam kurun waktu 21 tahun,bisnis waralaba ini menjadi salah satu merk  dagang ayam goreng yang memasyarakat di Indonesia.
            Diakui perkembangan bisnis waralaba ini memiliki begitu banyak pesaing dengan berbagai merk dagang melalui produk ayam goreng,sebut saja McDonald untuk ukuran pesaing dengan jaringan se Indonesia,bahkan di perketat dengan pertumbuhan masyarakat yang mandiri mengadopsi sistem dan produk yang ditawarkan,yakni ayam goreng.Akan tetapi KFC sebgai restoran siap saji pertama dengan jaringan internasional pertama di Indonesia selalu memiliki tempat di hati masyarakat.Berbagai fasilitas tersedia bagi pengunjung penikmat hidangan cepat saji,menambah kelebihannya.
Tangerang menjadi salah satu kota pengembangan usaha waralaba ini,dengan aktifitas masyarakat yang hampir tidak pernah sepi.Sehingga tingkat kesibukan yang begitu tinggi,waktu yang ada untuk makan siang sangat singkat.Melihat situasi ini,pada tahun 1996 KFC membuka gerai di wilayah Citra Raya Cikupa Tangerang.Karena perkembangan kota ini sangat cepat. Sejak 17 tahun kehadirannya,berbagai produk KFC mewarnai selera makan masyarakat Cikupa dan sekitarnya.Melalui menu-menu andalan ayam goreng dari KFC.

  3.1.3. Faktor pendukung peningkatan pendapatan  KFC Citra Raya
            Faktor pendukung dalam upaya meningkatkan pendapatan KFC Citra Raya tidak dapat terlepas dari :
v  Team Work,yakni mengikat karyawan dengan produktivitas kerja yang tinggi melalui kesadaran kolektif tentang tujuan bersama yang hendak di capai.
v  Sumber Daya Manusia (SDM),yakni penyiapan sumber daya manusia yang mau dan mampu menyumbangkan kemampuan secara maksimal dalam mencapai tujuan bersama.
v  Kualitas Produk,yakni standar minimal dan standar maksimal yang ditetapkan dalam perusahaan untuk dapat dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh karyawan perusahaan.
v  Letak yang strategis,yakni tepat berada di pusat kota dengan tata kota yang sejuk dan danau berada di pelataran belakang KFC,sehingga banyak menarik minat pengunjung untuk menikmati berbagai menu andalan dari KFC.

  3.1.4. Faktor Penghambat peningkatan pendapatan KFC Citra Raya
Banyaknya Competitor produk sejenis seperti McDonald menjadi penghambat perusahaan dalam mencapai pendapatan yang diharapkan.Produk yang hampir sama mau tak mau membuat perusahaan harus berfikir keras,menuntut pihak perusahaan lebih kreatif dan variatif dalam menngembangkan kemampuan demi tercapainya tujuan perusahaan dengan hasil pendapatan yang memuaskan.


  3.1.5. Kelebihan KFC
            Salah satu penyebab KFC cepat berkembang di Indonesia adalah karena rumah makan ini memiliki beberapa kelebihan.Itulah mengapa pertumbuhan KFC di Indonesia sangat pesat,bahkan sudah masuk ke beberapa kota kecil di Indonesia.
            Beberapa kelebihan KFC dibanding retaurant lainnya adalah sebagai berikut :
1.      Citra ras makanan ayam gorengnya snagagt khas dan sesuai dengan selera masyarakat Indonesia.
2.      Adanya kontrol ketat dalam pelayanan khususnya dlam masalah kebersihan.Sehingga hal ini menjadikan semua masakan yang ada di KFC terjamin tingkat kehigienisannya.
3.      Harga yang terjangkau bagi seluruh kalangan masyarakat Indonesia.
4.      Adanya pilihan  menu nasi sebagai bagian sajian masakan  ayam goreng.Ini yang menyebabkan KFC mudah diterima,karena nasi adalah makanan pokok masyarakat Indonesia.
5.      Beberapa gerai KFC memberikan pelayanan selama 24 jam,sehingga masyarakat bisa menikmati menu KFC kapan saja mereka menginginkannya.
6.      Adanya standar dalam pembuatan gerai yang bisa memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.          
              
3.2. Metode Penelitian
            Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Standar Error.Berdasarkan populasi dan sampel yang diperoleh saat penelitian.Populasi (N) adalah tahun berdirinya KFC Citra Raya hingga saat penelitian,yakni tahun 1996.Jadi,N= 2013-1996 = 17 tahun.Dan sampel (n) diambil dari waktu penelitian,yakni dari tahun 2004-2013.Jadi,n=10 tahun. Penelitian Berdasarkan teknik pengumpulan data populasi dan sampel.Data diperoleh dari Kentucky Fried Chicken (KFC) Citra Raya yang terletak di Jl.Citra Raya Boulevard-Blok A 07 No.1,Tangerang.Phone : (021) 5963320/195/298.

3.3. Rumus-rumus
            Berdasarkan data yang di peroleh dan dengan menggunakan metode Standar Error,maka di peroleh rumus sebagai berikut :



1.      Populasi Terbatas

S =                                     Syarat =  < 0,05 ( 5% )
                   
             
2.      Populasi Tidak Terbatas

S =                                             Syarat =  > 0,05 ( 5% )

3.      Proporsi

S =                
Dengan keterangan :   N = Populasi
                                     n = Jumlah Sampel
                                     P = Proporsi
                                     σ = Standar Deviasi

4.      Interval Keyakinan

Ux – Zhitung × Sx < X< Ux + Zhitung × Sx

5.      Standar Deviasi

S =




BAB IV

PERHITUNGAN

4.1. Metode Standar Error
Ø  Menentukan Standar Deviasi S (σ)
Untuk menentukan nilai Standar deviasi diambil dari data yang di peroleh,yaitu :

TABEL II
PENDAPATAN KFC CITRA RAYA
TAHUN 2004-2013

Tahun
Pendapatan (y)
(dalam jutaan rupiah )
y²
2004
241
58.081
2005
367
134.689
2006
540
291.600
2007
576
331.776
2008
642
412.164
2009
672
451.584
2010
714
509.796
2011
750
562.500
2012
824
678.976
2013
950
902.500
Total ( ∑ )
6.276
4.333.666

Dari data tersebut dapat di ketahui bahwa :
N = 17
n = 10
∑y=6.276
∑y²=4.333.666  
Tingkat Kesalahan = 5%

Untuk menghitung Standar Deviasi dapat menggunakan rumus :
            S =


Perhitungan :
           
  S =
 
     =    

     =

     =

    =

     = 209,456

Jadi,Standar Deviasi = 209,456
            atau
       σ =209,456


Ø Menghitung Standar Error (Sx)
Berdasarkan data yang di peroleh dengan N=17 dan n=10,maka ;

  =  = 0,58

                        Dengan ketentuan :   > 0,05 (5%)
                   Artinya : 0,58 > 0,05
Perhitungan bisa dilakukan dengan metode standar error yang ke 2 yaitu populasi tidak terbatas,dengan rumus :

                        Sx =  


                          =

                     =
                       
                                      = 66,241

            Jadi,Standar Error ( Sx) = 66,241

Ø  Menghitung Z % Probabilitas
Untuk mencari derajat kebenaran bisa dengan cara sebagai berikut :
Derajat kebenaran = 100% - tngkat kesalahan
                              = 100% - 5%
                              = 95%
            Jadi ;derajat kebenaran adalah 95%,maka;



Z % Probablitas =  =  = 0,475
Z tabel = 0,475
Z hitung = 1,96

           
Ø  Menghitung Interval Keyakinan dengan tingkat kepercayaan 95%
Untuk menentukan Interval keyakinan bisa dengan cara ;

Ux – Zhitung · Sx < x < Ux + Zhitung · Sx
 10 – 1,96(66,241) < x < 10 + 1,96 (66,241)
   10 -  129,832 < x < 10 + 129,832
    -119,832 < x < 139,832


                        Jadi,Interval Keyakinan = -119,832 < x< 139,832



BAB V
PENUTUP

5.1.Kesimpulan
            Berdasarkan hasil penelitian yang telah di uraikan,maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.      Tingkat pendapatan perusahaan KFC Citra Raya dari tahun 2004-2013 meningkat.Total pendapatan adalah sebesar Rp.6,276 Milyar.Ini merupakan hasil yang cukup tinggi.Dengan rata-rata per tahunnya adalah sebesar Rp.672,6 juta.

2.      Dari hasil perhitungan berdasarkan data yang dieroleh diketahui Populasi(N) = 17 dan sampel (n)=10,maka standar deviasinya di peroleh sebesar σ =209,456 dan Standar errror nya di peroleh angka Sx=66,241.
3.      Dengan menggunakan tingkat kepercayaan 95%, maka di peroleh interval keyakinan adalah Interval keyakinan = -119,832 < x < 139,832.

5.2. Saran
            Pekembangan bisnis rumah makan ini sangat menjanjikan.Dapat dilihat dari hasil yang sudah di bahas,pendapatan dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan.Saran untuk perusahaan yang mungkin berguna bagi perusahaan adalah lebih meningkatkan ide kreatif dan inovasi baru serta fasilitas dan pelayanan yang lebih baik,karena beberapa point tersebut adalah bagian penting dalam memenangkan pasar.Mengingat competitor yang semakin banyak dengan menjual produk sejenis.Sehingga perusahaan harus lebih meningkatkan lagi sistem manajerial agar tetap mendapat tempat di hati masyarakat.



Demikian guys sementara yang bisa saya share ,semoga bermanfaat ... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar